Gatot Bisa Menenggelamkan Figur Jokowi

1619
Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan pers bersama usai melakukan pertemuan bilateral dengan PM Singapura Lee Hsien Loong di Singapura, Selasa (28/7). Presiden Joko Widodo beserta delegasi melakukan lawatan kenegaraan di Singapura selama dua hari dalam rangka meningkatkan hubungan kedua negara khususnya dalam bidang ekonomi. ANTARA FOTO/Setpres/Cahyo/wsj/ama/15.

Spekulasi pemecatan Jenderal Gatot Nurmantyo dari jabatan panglima TNI kian santer. Bagi sebagian alasan publik, keberadaan Gatot makin menyulitkan, menjadi beban dan dianggap menganggu range elektibilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kalau kita lihat, semakin hari elektibilitas Gatot Nurmantyo memang makin menanjak dan reli kencang. Mungkin Jokowi berpretensi Gatot ibarat anak macan, kecil jinak, besar menerkam, bisa merongrong elektibilitasnya,” ujar pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago kepada redaksi, Sabtu (8/7).

Menurutnya, jika Jokowi benar-benar memberhentikan Gatot sebaiknya tetap bergelut pada basis kinerja, bukan sekedar terjebak dengan sikap reaksioner akibat agitasi politis. Jangan sampai menjadi preseden buruk bagi perjalanan bangsa, memecat panglima hanya karena reason publik, lampunya makin terang dan elektibilitasnya makin kinclong.

“Kalau seandainya Gatot diberhentikan sebagai panglima, apakah ada jaminan meredup elektibilitasnya. Dugaan saya justru makin bersinar serta mengalir dukungan empati,” beber Pangi.

Hal ini yang menjadi pergulatan diskursus publik dan buah simalakama bagi Jokowi. Menggapa Gatot belum dipecat, Gatot bukan tidak mungkin nanti menjadi siraman oksigen politik Jokowi. Gatot akan mendampingi Presiden Jokowi pada Pilpres 2019, selama ini nampak akrab dan tak dipecat.

“Gatot sebagai cawapres bisa menjadi suntikan elektoral dalam rangka memenangkan Pilpres 2019. Sebab sosok wakil menjadi sekrup politik menentukan sebuah kemenangan kontestasi elektoral,” kata Pangi yang juga direktur eksekutif Voxpol Center. [wah]

Sumber: rmol.co

comments

LEAVE A REPLY