Ini Penyebab Choirul Huda Kiper Persela Lamongan Meninggal, Bukan Dada tapi Fatal!

1245

LAMONGAN – Kemenangan Persela Lamongan atas Semen Padang 2-0 harus dibayar mahal dengan nyawa kiper legendarisnya, Choirul Huda, Minggiu (15/10) petang.

Choirul Huda yang sempat menjalani penanganan medis akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD dr Soegiri, Lamongan.

Perawatan itu sendiri dilakukan usia ia terlibat insiden benturan yang sangat keras dengan rekan setimnya jelang akhir babak pertama usai.

Rumah Sakit dr Soegiri Lamongan menyatakan, Choirul dipastikan meninggal pada pukul 17.15 WIB, Minggu (15/10/2017) sore.

Di rumah sakit, kiper 38 tahun itu sejatinya sudah mendapat penanganan medis.

Sayang, nyawanya tak tertolong meski petugas medis sempat memberikan nafas buatan.

“Sesampainya di rumah sakit masih ada. Lalu langsung kami berikan perawatan, lalu kritis dan meninggal tepat pukul 17.15 WIB,” kata Zaki Mubarok dokter yang menangani Choirul Huda, Minggu (15/10/2017) malam.

Dari analisa dokter, penyebab Choirul sampai meninggal dunia adalah benturan keras di bagian kepala dan leher.

Hal itu sekaligus membantah kabar yang beredar bahwa benturan dan cedera yang dialaminya adalah dada bagian kiri.

“Kalau dari pemeriksaan ini tadi ada benturan di kepala dan leher,” jelasnya.

Seperti diketahui, Choirul masih sadarkan diri usai berbenturan dengan rekan setimnya saat menghalau bola di depan gawang.

Kejadian bermula saat Choirul coba menghalau bola yang sedang digiring pemain Semen Padang, pada masa injury time babak pertama.

Sempat meringis, tiba-tiba kiper berusia 38 tahun itu jatuh pingsan sehingga langsung dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan ambulans.

Sempat menjalani penanganan medis, kondisinya tiba-tiba drop tadi sore sehingga akhirnya dipastikan meninggal dunia.

(ruh/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY