Menko Polhukam: Publik Harus Selektif Terima dan Sebarkan Berita

142

Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta agar pelaku penyebaran ujaran kebencian dan berita palsu alias hoax ditindak tegas dan keras. Menko Polhukam Wiranto berharap agar masyarakat lebih selektif baik dalam menerima maupun menyebarkan berita.

Wiranto mengatakan, perkembangan teknologi informasi begitu cepat dan luas. Dampaknya, banyak orang memanfaatkan perkembangan teknologi itu dalam menyebarkan dan menerima informasi dan memajukan kehidupan masyarakat.

“Namun di sisi lain, ada sesuatu yang cukup memprihatinkan, di mana kemajuan teknologi informasi ini, kemudian disalahgunakan oleh beberapa pihak untuk melakukan kegiatan berupa penyesatan, pengelabuan. Kemudian juga di sana ada ujaran-ujaran yang tidak tepat, ujaran-ujaran kepada orang lain yang bisa menimbulkan kebencian, dendam, ada fitnah di sana,” kata Wiranto di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (29/12/2016).

“Jadi sangat sulit memang di negeri ini yang sudah menganut demokrasi kebebasan,” tambahnya.

Wiranto menegaskan, masyarakat bebas dalam menyuarakan pendapat dan kritik kepada pemerintah. Pemerintah pun selalu menerima kritik-kritik, terutama yang membangun.

“Tapi saat ini sulit dibedakan antara kritik dan cemoohan, antara kritik dan fitnah, antara kritik dan penyesatan. Berita penyesatan, antara kritik dan ujaran-ujaran kebencian, ini kan jadi rancu,” kata Wiranto.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan bisa lebih selektif baik dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

“Kita harapkan masyarakat lebih selektif menerima berita-berita seperti itu, masyarakat lebih objektif untuk menyisir berita-berita yang benar dan tidak benar, berita-berita yang sehat maupun yang tidak sehat. Itu kepada masyarakat. Kita harapkan supaya lebih waspada terhadap upaya-upaya berupa provokasi, agitasi dan berupa propaganda dari pihak-pihak lain yang ingin membangun pemahaman yang berbeda terhadap pemerintah yang saat ini sedang menjalankan suatu program pembangunan secara serius dan sungguh-sungguh,” jelas Wiranto.

Sedangkan untuk pembuat berita hoax, Wiranto menegaskan bahwa pemerintah telah memperingatkan untuk itu segera hentikan ulah tidak baik itu.

“Kepada para pembuat berita-berita yang menyesatkan itu, ini kita peringatkan supaya menghentikan hal-hal seperti itu. Kritik boleh, tetapi hentikan cara-cara yang tidak tepat, cara-cara yang membangkitkan intoleransi, cara-cara yang membangkitkan radikalisme, bahkan cara-cara yang justru mendorong terjadinya terorisme. Ini harus dihentikan. Karena nyata-nyata tiga hal itu, terorisme, radikalisme, intoleranisme, itu sangat merugikan persatuan kita, merugikan kepentingan bangsa, merugikan pembangunan nasional, merugikan kebersamaan kita sebagai bangsa,” jelas Wiranto.

“Kita harapkan betul-betul masyarakat memahami masalah ini. Kita bukan menghalangi penggunaan media sosial, itu suatu keniscayaan, tapi mari kita gunakan dengan cara-cara yang etis, dengan cara-cara yang baik, yang bermartabat, yang bermanfaat bagi bangsa dan negara kita,” tambahnya.
(jor/bag)

Sumber: detik.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY