Rico: Sinyal Jokowi Tidak Nyaman dengan Ahok

3066

Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan kemeja putih saat mencoblos di TPS IV Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017) dinilai memiliki sinyal pesan tersendiri.

Kemeja putih selama ini diidentikan menjadi ciri khas baju kebesaran Paslon nomor 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) M Rico Sinaga mengaku, awalnya sempat tidak percaya saat salah satu koleganya, Budi Siswanto menceritakan perihal kostum pilihan Jokowi itu.

“Tadinya, saya tidak percaya. Kok Jokowi berani tampil sevulgar itu. Kan kita semua tau, itu (kemeja putih) adalah seragam kebesaran Anies-Sandi,” kata Rico saat berbincang dengan TeropongSenayan, di Jakarta, Rabu (19/4/2017).

Rico menilai, apa yang dipertontonkan Jokowi yang berani mengenakan kemeja putih adalah simbol politik yang sangat terang benderang.

“Jokowi ini orang jawa, tentu dia cukup mahir menyampaikan pesan kepada kawan maupun lawan politiknya melalui simbol-simbol begitu. Kali ini saya bilang Jokowi mulai berani dan tidak lagi sungkan sama Megawati Soekarnoputri (Ketum PDIP,” beber Rico.

Jokowi, jelas Rico, sedang ingin menyampaikan kepada pubik bahwa sejatinya dia tidak menghendaki Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi gubernur DKI 2017-2022.

“Jadi, melalui kemeja putih itu, Jokowi hatinya ke Anies-Sandi. Saya kira keputusan itu merupakan menifestasi dari dalam dirinya, bahwa dia memang sudah tidak nyaman dengan Ahok,” ungka Rico.

“Artinya ini apa? Sebagai petugas partai, Jokowi mulai berani menunjukkan ketidakpatuhannya kepada sang ketua umum PDIP. Kita tahu, Megawati adalah orang yang paling ngotot memenangkan Ahok,” terang Rico.

Karenanya, Rico memprediksi, dalam waktu yang tidak lama Jokowi akan menanggung resiko politik yang menurutnya bisa berakibat fatal.

“Saya yakin, sebagai politisi senior Megawati pasti mampu membaca ‘genderang perlawanan’ Jokowi. Atau sekurang-kurang, Megawati akan mengevaluasi tentang loyalitas petugas partainya, yang bernama Jokowi,” ujar Rico.

“Kalau Megawati sudah tersinggung, bukan tidak mungkin Jokowi akan diganggu oleh PDIP di sisa masa kepemimpinannya. Ini menarik, karena biar bagaimanapun taring Jokowi yang statusnya adalah Presiden akan memberi perlawanan yang sengit, bukan tidak mungkin PDIP nantinya malah akan direbut oleh Jokowi sebelum Pileg 2019,” pesan Rico.

Diketahui, pagi tadi Jokowi menyalurkan hak suaranya di TPS 4 Universitas Bank Mandiri, Gambir, Jakarta Pusat. Ia datang bersama Ibu Negara Iriana Jokowi.

Pantauan di lokasi, Jokowi mengenakan kemeja putih sementara istrinya memakai baju pink.

Usi mencoblos, Jokowi sempat memberikan keterangan pers. Di hadapan wartawan Jokowi mengatakan siapa pun pemenangnya harus diterima secara lapang dada. “Kita semua bersaudara,” ucapnya singkat.(yn)

Editor : Redaktur | teropongsenayan.com

comments

LEAVE A REPLY