Warga Cuma Harus Lakukan Ini, Jreng…Dapat Rp15 Juta dari Harta Warisan Soekarno

737
Formulir untuk mendapatkan harta warisan dari Presiden pertama RI Soekarno. Foto via jpnn

SAMARINDA – Warga Samarinda, Kalimantan Timur dihebohkan isu pembagian harta warisan Presiden pertama RI Soekarno melalui lembaga internasional UN Swissindo.

Dalam pembagian harta tersebut, masing-masing warga akan kebagian sebesar Rp15 juta.

Untuk mendapatkan harta tersebut, lembaga yang mengklaim berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu mengajukan syarat.

Cukup mudah, warga hanya harus formulir yang tersedia, menempelkan pas foto berwarna berukuran 3×4 dan menyerahkan uang administrasi sebesar Rp20 ribu kepada tenaga marketing UN Swissindo.

Selanjutnya, warga hanya butuh menunggu pencairan harta warisan tersebut pada Agustus 2017.

Dalam operasinya, tenaga marketing organisasi itu mengetuk rumah warga khususnya di permukiman padat penduduk.

Mereka sangat mudah dikenali. Pakaiannya serbahitam dengan simbol tertempel di lengan dan dada serta membawa sejumlah brosur.

Tak sedikit warga tertarik bergabung dalam program yang ditawarkan. Namun, ada pula yang menganggap bahwa itu adalah modus penipuan belaka.

Budiono, warga Jalan Suwandi, RT 24 , Kelurahan Gunung Kelua mengaku pernah didatangi beberapa pria berpakaian serbahitam dan menawarkan program pembagian harta warisan Soekarno.

“Ada yang percaya, ada yang tidak. Namun warga lebih banyak berpikir realistis apa mungkin dengan hanya menyetor foto dapat uang Rp15 juta,” ujarnya, Senin (1/8) kemarin.

Program menggiurkan itu juga ditawarkan kepada warga Jalan KS Tubun, Kelurahan Bugis, Samarinda Kota.

“Kami tak mudah dibodohi dengan program seperti itu. Kami mengusir mereka karena kami anggap tidak realistis,” ucap M Yusuf.

Berdasarkan informasi, kepengurusan lembaga tersebut ada mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi sampai pusat di Jakarta.

Syamsir, Ketua RT 04, Jalan Jelawat, Samarinda Ilir mengatakan, salah seorang warganya ada yang menjadi pengurus dalam program itu.

Syamsir sudah mencoba memperingatkan warga tersebut bahwa program itu penipuan.

“Warga saya itu percaya jika program itu benar. Dan saya sudah berulang kali menasihati, namun tidak digubris,” jelas Syamsir.

Syamsir menjelaskan, warga tersebut merupakan pengurus tingkatan terendah yang ada di kelurahan.

Sedangkan tingkat di atasnya salah seorang warga di Jalan Kedondong, Samarinda Ulu.

“Jika hingga bulan Agustus pencairan dana yang dijanjikan tidak ada, maka jelas ini benar-benar penipuan,” kata Syamsir.

Terpisah, Kasubag Humas Polresta Samarinda Iptu Danovan mengaku belum menerima laporan adanya penipuan yang dilakukan para oknum tersebut.

“Kami sudah mendengar adanya oknum yang melakukan penyebaran program pembagian harta warisan Soekarno,” kata Danovan.

Danovan mengimbau warga agar jangan mudah percaya dengan iming-iming besar tanpa harus bekerja.

“Carilah rezeki dengan giat bekerja,” pungkas Danovan.

Sumber: pojoksatu

comments

LEAVE A REPLY